[[ Kindle ]] ↶ Reinkarnasi ☋ PDF eBook or Kindle ePUB free

Novel ini dipinjamkan Mursidah saat saya ke tempatnya beberapa waktu lalu Entah kenapa saya sempat kecele dengan ringkasan yang ditulis di belakang buku yang seolah olah menyampaikan kalau buku ini berkisah tentang kemelut pernikahan Lantas, bagaimana sebenarnya isi dari novel ini Tokoh sentral dalam novel ini bernama Ragil Mulyo, alias Age, seorang anak yatim yang tinggal bersama ibu dan seorang adiknya Kehidupannya biasa biasa saja hingga akhirnya ia bertemu Sentot, orang yang mengetahui bakat terpendam yang dimiliki Age Sentot kemudian melatih Age untuk mengasah bakat yang dimilikinya itu.Apa yang dilakukan Sentot menjadi awal dari terungkapnya asal usul Age Age tenyata merupakan putra ketujuh dari pasangan Galuh Anom dan Suryo Mas Wijahanto Putra yang didapatkan setelah melalui berbagai macam tirakat dan hal hal berbau mistis, yang kemudian menjadi pemicu akan munculnya indera keenam yang dimiliki Age Masalah demi masalah bermunculan seiring dengan semakin kuatnya indera keenam yang dimiliki Age Tak hanya itu, korban korban juga mulai berjatuhan setelah Age bertemu dengan ibu kandungnya, dan berhasil menarik keris Kiai Indrajid dari warangkanya.Selain Age, ada beberapa tokoh lain di novel ini yang cukup banyak diceritakan Tokoh tokoh yang memiliki kehidupan masing masing, namun masih berkaitan dengan satu nama, Age Cerita berjalan cepat dan meloncat loncat Misteri yang baru mulai terungkap di pertengahan cerita cukup membuat saya penasaran Jika ada hal yang menjadi catatan saya mungkin ada pada beberapa misteri yang tak diceritakan dengan detail Bagaimana Age bisa memperoleh Kiai Indrajid Bagaimana cara Kiai Indrajid memilih dan meminta korbannya Dan tentang identitas Katrin yang ternyata merupakan nama lain dari Kilisuci, ah mungkin ini yang paling membuat saya dongkol Klise kalau menurut saya.Namun di luar dari catatan yang saya sebutkan tadi, kepiawaian Sinta Yudisia dalam bercerita patut diacungi jempol Melalui novel setebal 594 halaman ini memberi saya pengetahuan baru terutama seputar dunia mistik di tanah Jawa Bagaimana seorang pembuat keris harus melakukan berbagai macam tirakat hanya untuk membuat sebuah keris Juga bagaimana perjanjian dengan jin dilakukan untuk mendapatkan keturunan atau keinginan manusia yang lainnya Perjanjian yang biasanya disertai dengan berbagai macam prasyarat Semua hal yang kalau boleh saya katakan di luar logika namun nyata adanya Toh bukan hanya di tanah Jawa hal itu berlaku Di tempat saya pun hal yang demikian masih berlaku Novel ini juga memberi saya pandangan baru tentang indera keenam dan pemanfaatannya Dari yang bisa saya tangkap, melalui novel ini mba Sinta Yudisia ingin memberikan pesan kepada pembacanya bahwa meskipun indera keenam merupakan sebuah anugerah dari Allah, sebaiknya kita tak perlu terlalu memanfaatkannya Karena bisa jadi, bisa melihat masa depan diri sendiri adalah hal yang menakutkan. [[ Kindle ]] ⇦ Reinkarnasi ⇨ Semua Pihak Menuduh Pernikahan Galuh Anom Dan Suryo Mas Wihajanto Adalah Kutukan Para Leluhur Darah Biru Keduanya Dilingkupi Teluh Terhina Tak Berdaya Hingga Satu Manuskrip Berhuruf Pallawa Yang Diwariskan Kakek Buyut Pembabat Alas Tanah Jawa Sampai Ke Tangan Galuh Anom, Membuka Kunci Seluruh Rahasia, Membalik Nasibnya Yang Tak Berdaya Dan Tertindas, Melejit Menuju Puncak Kemuliaan Tujuh Dari Tujuh Galuh Anom Sendiri Putri Ketujuh, Suaminya Putra Ketujuh Anak Yang Lahir Dari Rahimnya Kelak Menempati Urutan Ketujuh Keistimewaan Yang Menakjubkan, Apalagi Jika Anak Itu Adalah Seorang Laki Laki Drama Pergulatan Manusia Pun Mengalir Deras Perseteruan, Saling Telikung, Dan Dusta Melukis Waktu Ragil Mulyo, Sang Titisan Keturunan Ketujuh, Tumbuh Berbalut Misteri Penistaan Mendera, Kepapaan Mengiring Serta, Walau Kesantunan Timur Masih Lekat Dalam Dirinya Namun, Kekuatan Itu, Mengubah Semuanya Saat Seharusnya Ia Kembali Bahagia Justru Hal Menakutkan Menguntit Langkahnya, Mengancam Keluarga Besar Galuh Anom Dan Orang Orang Di Sekitarnya Mencipta Intrik Dan Getaran Gundah Baru Sebuah Novel Yang Harus Dibaca Karakter Tokoh Dan Alur Ceritanya Memiliki Daya Pikat Luar Biasa Membuat Penasaran Untuk Terus Melahapnya Dua Jempol Untuk Penulis Yang Mampu Mengawinkan Budaya Jawa Dengan Kekinian Mengharu Biru Dan Menggoncang Hati MS Sucahyo, Head Of East Java Bali NUsra Indosat Sebuah buku karya Sinta Yudisia yang penuh dengan nuansa supranatural.kisah seorang pemuda titisan yang memiliki kemampuan melihat dan merubah masa depan.perjalanan menemukan jati diri yang sebenarnya, perjuangan melawan kekuata itu sendiri.Yang pasti ini buku TOP BGT deh Ehm, saya butuh waktu sekitar 4 atau 5 tahun untuk tertarik membaca novel ini Kalau dipikir pikir lucu juga, ya Belinya tahun 2009, baru bacanya tahun 2014 Tapi, itulah saya, menunggu sampai ada waktu yang tepat untuk membaca novel berat begini Kalau belum ada mood, biasanya saya juga akan menahan diri untuk tidak membacanya Kalau dipaksa mbaca, biasanya malah gak dapet apa apa dari novel berat kek gini D berat dalam artian sebenarnya isi.Mbak Sinta merupakan salah satu penulis favorit saya Walau kadang gaya berceritanya berbunga bunga dan agak membosankan, terutama di bagian deskriptifnya, tetapi penokohannya kuat dan pengembangan karakternya jelas Di dalam ceria the road to the empire, Mbak Sinta menceritakan perjalanan hidup sang tokoh utama beserta kawan kawannya dengan sangat apik, bagaimana islam berkembang di tanah mongol Dari mulai perseteruan, intrik politik, kepentingan masing masing individu, sampai keikhlasan dan sikap kesatria beberapa tokoh Kadang kalau dinalar dan dibandingkan jaman sekarang, mungkin orang akan berpikir, nggak mungkin ada orang seperti itu Tapi itu kan jaman dulu DNah, untuk reinkarnasi ini pengambilan settingnya di jaman sekarang Pembuka cerita dikisahkan dengan seorang anak lelaki bernama Age atau Ragil Mulyo, seorang miskin yang bekerjanya memulung untuk menghidupi keluarga, lantas anak sma, tidak pantang menyerah, anak baik Lalu menceritakan hubungannya dengan Ayna, seorang gadis kaya raya, yang baik hati, dan suka menolong beneran ini suka menolong.Mulai tercium bau biasa Iya, kedengaran emang biasa Namun, setelah habis membaca novel ini, baru dipahami, bahwa hubungan keduanya tidaklah biasa Jangan mikir macem macem, ya, soalnya hubungan antar tokoh di dalam novel ini memang sangat kompleks Lebih kompleks dari jalan jalan tikus yang menghubungkan Semarang sampe Ngawi, desa tempat mbah saya.Di awal awal, dipaparkan mengenai beragam tokoh Yang jelas hubungannya adalah Age, Ayna, dan Wanda Lalu ada Ustadz Burhan dan Ki Banyaran sang pembabar keris Setelah itu, ada lagi Sentot, Dicky, Reni Rahadian, dan Katrin Selain itu ada juga Frida, si gadis buta yang omonganya nyinyir dan dianggap gila, tapi dia memiliki firasat yang kuat Hubungan antar tokoh ini benar benar mbulet, nggak cuman tercipta dan dihubungkan dengan satu kepentingan, tetapi juga menggambarkan pribadi mereka di masa lalu Tidak ada tokoh yang hitam atau putih Yang ada adalah abu abu Abu abu tua atau abu abu muda.Jalinan cerita dimulai ketika Age dalam kesulitan keuangan, yang berkembang dengan perkenalan Age dengan Sentot Yang pada akhirnya, di titik itulah, membuka jati diri Age yang sebenarnya Kebetulan saya lagi nggak mau spoiler di sini Sosok yang di awal demikian baik, santun, serta tabah, berubah seketika menjadi pendendam, bengis, dan kejam Bagaiman hinaan, cacian, dan makian orang ternyata bisa membuat orang baik sekalipun seketika jadi pembunuh tak berperasaan Bahkan, lebih gilanya lagi, Ibu dari Ragil Mulyo sendiri rela mengorbankan putri putrinya demi putra satu satunya.Suatu Ironi yang menampar kuat Mbak Sinta memunculkan isu feminisme di dalam ceritanya Gamblang, tegas, tetapi tetap membuat orang mikir Tidak ada seksualitas di sini, yang terkadang saya temui dalam novel pengarang pengarang lain Yang ada justru kenyataan atau ironi kehidupan.Ini yang membuat saya menyukai tulisannya Ironi, perlawanan, bisa ditampilkan dalam sebuah cerita yang apik, tak melulu dengan seksualitas yang bahkan serasa menjatuhkan perempuan itu sendiri Ditampilkan bagaimana Ibu Ragil Mulyo begitu mendambakan anak lelaki, karena suaminya menginginkan hal itu 6 anak perempuan sama sekali tidak berarti di mata mereka Padahal mereka mati matian berprestasi, bahkan Kilisuci sampai memberontak dan hengkan dari rumah karena merasa tidak dianggap sang Ayah.Ah, ya, ya, ya.Hampir di tiap bab, ada saja kuot yang bisa ditulis Tapi yang paling menyentil ya tentang hubungan orangtua anak Gimana Wanda yang depresi berat tak diperhatikan orangtuanya Bagaimana Age jadi sosok pendendam penuh benci karena dibuang ibunya sendiri Seorang anak tanpa keluarga yang kuat mendukung, bisa salah jalan seperti ini.Dan yang terakhir, ternyata membahas soal Herumukti Mistismenya lumayan kuat Dan bagaimana mistisme ini dipersepsi dari sisi islam, oleh ustadz burhan, dan dari orang jawanya sendiri, Ki Banyaran serta Ki Selomoyo Pokoknya, benar benar berwarnalah.Tapi yang paling saya nantikan dari semua novel mbak Sinta, adalah buku terakhir trilogi the road to the empire yang sampe sekarang belum keluar btw, saya juga ada Rinai Tapi setelah baca 100 halaman, mood baca ilang, sekarang saya simpan dulu sampai ada minat untuk membacanya XD Beberapa waktu lalu, saya membaca novel di perpustakaan Novel karangan Sinta Yudisia itu bertajuk kekuatan ketujuh.Ceritanya mengenai seorang pemuda yang diwarisi kekuatan ketujuh Kehidupannya yang biasa sebagai pemulung mendadak berubah ketika berbagai kejadian membawanya pada Sentot, orang yang tahu banyak mengenai kelebihan yang justru ia tidak tahu Dari Sentot, ia berhasil memakai kekuatan itu untuk mendatangkan keuntungan dan menjanjikan kehidupan yang lebih layak untuk ibu dan adiknya Namun hal itu justru membawanya pada suatu kenyataan mengenai leluhur dan masa lalunya yang penuh magis dan berkaitan pada kekuatan supranatural Pada akhirnya Age harus memilih memanfaatkan kekuatannya itu atau kembali hidup seperti biasa.Ending dari novel itu masih mengundang tanda tanya bagi saya Meskipun saat itu Age telah menentukan pilihannya Tapi nasib tokoh tokoh lainnya masih belum jelas.Sampai akhirnya saya membaca resensi mengenai novel Reinkarnasi, karya Sinta Yudisia juga Di sinopsisnya sekilas tercantum nama Ragil Mulyo Age, tokoh utama dalam novel kekuatan ketujuh Saya langsung tertarik membacanya Dan memang ini pengembangan novel Kekuatan Ketujuh tersebut, di bab bab awal saya sepertinya hanya mengulang membaca novel Kekuatan ketujuh, namun belum sampai setengah isi buku Saya menemukan ending novel kekeuatan ketujuh pada salah satu bab Selanjutnya bab berikutnya menyambung kejadian itu Novel ini mengupas kekuatan ketujuh Age lebih dalam, juga asal usul kekuatan itu yang membawa pada legenda raja raja mataram kuno Tokoh tokoh lainnya juga diceritakan dengan porsi yang lebih banyak Juga pembahasan mengenai Galuh Anom, ibu kandung Age yang bertanggung jawab terhadap keanehan yang dimiliki Age.Saya sangat bersimpati pada tokoh Age, tokoh yang ditakdirkan jahat di buku ini Mengingat perjuangan hidupnya untuk tetap di jalan Tuhan bikin geram juga Yah, pada akhirnya karakter yang berhasil sebagai penjahat terbaik adalah kanjeng Galuh Anom sendiri.Untuk urusan detail nan epik, sinta yudisia memang sudah tidak diragukan lagi Terbukti pada novelnya The Road To The Empire, tapi mungkin karna saya sudah sangat bersimpati pada tokoh age di awal awal kisah membuat saya agak berat menerima nasibnya eh, hampir spoiler.Foreall, dibalik semua itu novel ini memang benar benar mendebarkan dan sarat mahgis kejawen Empat bintang untuk novel ini.review lainnya di udah lama beli ni buku, baru sekarang beres baca.cerita seorang pemuda miskin, Ragil Mulyo, yang membawa takdir kelam karena miskin, age nama kecilnya harus memutar otak bagaimana hidup dg sang ibu yg ternyata ibu angkat dan adiknya tentu saudara angkat keterlibatannya tanpa sengaja di dunia bawah tanah mendorong terkuaknya kemampuan sebenarnya age hubungannya dg orang orang di sekelilingnya juga mengantarkan mereka bersinggungan bahkan bertemu dg kematian yg diarahkan oleh mahluk gaib yg tertarik pd age melalui perantara sebuah keris.buku mba sinta kali ini ga kalah seru dibanding lainnya sebenarnya judul buku ini tidak mencakup keseluruhan cerita banyak tema yg dimasukin mba sinta tapi beliau dapat merangkai semuanya hingga tercetak cerita 585 halaman ini mba sinta emg hebat mungkin krn latar belakang pendidikannya psikologi menjadikan semua karakter tokoh tokohnya terbuka dalam hal kekurangan dan kelebihan.dan masing masing tokoh dimunculkan cerita sendiri, alias ga numpang lewat banyak bab di buku ini yg dimulai dg paragraf ekposisi pendeskripsian, itupun dituliskan dg mendetail, hingga terkadang bikin saya gregetan, ingin mengetahui kelanjutan cerita ditambah gaya tulisannya yg agak mirip sinetron bikin tambah, tambah gregetan.seperti saat wanda mencaci maki age ato saat age menolak tawaran sentot ato saat ayna menghardik lili ketika dia dibangunkan di mushalla sekolah kemampuannya merangkai kata jelas terlihat seorang penulis yg menghabiskan banyak bacaan.dalam hal perbendahaaraan kata dan pengetahuan kehidupan miskin, kehidupan keraton, sejarah jawa keris tempat tempat candi, dll.kelihatan mba sinta melakukan riset terlebih dulu.tapi sayang endingnya kurang pas memang sang keris sudah dijauhkan dg kematian, tapi menurutku tambahin satu bab lg lah.tentang kehidupan selanjutnya orang2 yang terlibat dlm upaya menghancurkan si keris, khususnya nasib age..apakah selanjutnya dia akan hidup dg karakter kehidupan sebelumnya atau justru pelan2 karakter aslinya muncul kembali, sbg pemuda baik hati, rendah hati dan selalu menyayangi keluarganya..coba mba sinta tambahin babnya, pasti udah kukasih 5 bintang Kisahnya lumayan menarik, seperti sedang ada didua dunia Pempaparannya logis juga walau kalau gak jeli bisa agak lieur Membandingkan dengan Lafadzh Cinta, karakter jalan cerita rada2 sama meski beda latar tema.Recommended 588 halaman dan selesai dalam 2 hari Saya hampir2 tak bisa berhenti membacanya Hihi, novelnovel Ckck sisi budayanya begitu kentalkereeen Huah, saya baca nggak mau berhenti Deg degan plus penasaran Perpaduan kultur klenik yang masih banyak dianut oleh masyarakat kita, dengan modernitas.