#BOOK ⚼ Malam Terakhir ê eBook or E-pub free

Sejak membaca Pulang, saya sudah mentasbihkan kalau Leila S Chudori adalah salah satu penulis favorit saya tahun ini Saya sangat terpesona dengan cerita yang dia buat Pulang mudah saya terima walau memiliki tema yang berat, berbeda dengan buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1989 ini, tepat sebelum Leila menjadi wartawan Tempo, ada beberapa cerpen yang perlu saya baca berulang ulang agar mengerti maksudnya Berikut kesembilan cerpen yang ada di buku Malam Terakhir 1 Paris, Juni 1988Cerpen ini salah satu yang tidak saya mengerti, kalau membaca bagian akhir kira kira intinya adalah tentang kebebasan Seorang laki laki yang terjebak oleh khayalan yang dibuatnya.Janou tak bisa menguasai Jean Gilles dia tak bisa menguasai gairahku isi hatiku yang paling dalam janou menyadari, jika dia bercinta denganku, dia hanya bercinta dengan tubuhku ,kamu tahu Marc tiba tiba memegang dada sang gadis, Ada sesuatu dalam hati, satu sekat ruang yang tak bisa dimiliki siapa siapa barang seusapanpun 2 AdilaAdila adalah seorang anak yang tak dibatasi oleh konvensi Ia bisa melakukan apa saja menembus garis garis ruang dan waktu Ia hidup tanpa pagar.Memiliki ibu yang otoriter, selalu menginginkan kesempurnaan tapi sayangnya dia tidak memberikan perhatian yang lebih kepada anaknya membuat si anak merasa terpenjara, merasa apa yang selalu dilakukannya selalu salah Lalu si anak menciptakan teman khayalannya sendiri, Ursula salah satu tokoh dalam novel The Rainbow karya D.H Lawrence, Bapak Neill pendiri sekolah Summerhill, dan Stephen Dedalus, mengajarkan Dila apa arti kebebasan.3 Air Suci Sita Sayang, engkau ternyata seorang perempuan yang teguh dan kukuh Sedangkan aku hanyalah lelaki biasa, tunangannya mengusap pipi perempuan itu dengan mata yang berkaca kaca Engkau begitu tegap, mandiri, dan mempertahankan kesucianmu seperti yang diwajibkan oleh masyarakat sedangkan aku adalah lelaki lemah, payah, manja, tak bisa menahan diri Kami para lelaki, dimanjakan dengan apa yang dianggap kodrat, kami diberi permisi seluas luasnya Kalau kau yang berkhianat, pastilah kau dianggap nista Tetapi jika aku yang berkhianat, maka itu dianggap biasa Jadi, kalau lelaki boleh selingkuh perempuan nggak boleh Enak bener.4 Sehelai Kain Hitam Salikha, setiap kali aku tampil di tempat umum, aku harus mengenakan baju berwarna putih Mereka menginginkan aku berwarna putih Seputih tulisan tulisanku Mereka menolak melihat bahwa di antara warna putih, ada noda, ada titik titik kotor Mereka tak ingin melihat aku sebagai manusia biasa Cerpen kedua yang cukup sulit saya pahami Kira kira artinya adalah seseorang yang berpura pura sempurna di mata orang lain Cerita ini juga berbau religius Tidak Kau banar Aku lemah Pengecut Aku telah terbentuk, secara tidak kusadari, oleh masyarakat Aku didekte oleh masyarakat untuk berbicara dan menulis apa yang ingin mereka baca dan dengar Mereka terlanjur melihatku sebagai sebuah sosok, tokoh, idola, atau sebutan apapun yang memberikan beban luar biasa Mereka menyangka aku yang memiliki kekuasaan untuk mengangkat taganku dan mengerakkan mereka untuk melakukan sesuatu Tapi, sebetulnya, merekalah yang telah begitu berkuasa memerintahkan alu untuk mengenakan pakaian putih, tanpa boleh meletakkan benang benang hitam, tanpa boleh ada noda Tidak Aku tak menyalahkan siapa siapa Dengan sadar, kupilih jalan ini 5 Untuk Bapak Srikandi dan Arjuna mengepung Bhisma, dan dengan tenang dia berdiri karena dia sudah memilih hari akhirnya Panah panah Srikandi kemudian menusuk tubuhnya beruntun, Tap Tap Tap Bhisma runtuh tetapi badannya tidak menyentuh tanah, karena rangkaian panah itu menyangga tubuhnya, Hingga perang Bharatayudha berakhir, Pak, ia tetap hidup sambil menatap langit Cerita favoritku Salah satu yang saya sukai dari tulisan mbak Leila adalah dia selalu menyisipkan cerita Mahabharata Kali ini bercerita tentang cinta seorang anak kepada Bapaknya, yang mengganggap Bapaknya seperti Bhisma, laki laki yang selama hidupnya dikenal sangat setia pada sumpahnya Anakku, panah panah Bhisma itu sudah menjadi urat nadi Bapak Tapi kamu tetap menjadi jantungku, demikian kau menulis pada ulangtahunku yang ke 15.Hiks.6 KeatsCerita ketiga yang saya baca berulang ulang, maaf saja saya tidak punya otak prima, adanya otah bulat jadi yah perlu tenaga ektra untruk memahami bahasa yang penuh metafora p Intinya adalah sebuah keluarga yang tidak menyetujui pilihan hidupseseorang lalu mereka menjodohkan dengan orang yang terlihat sempurna, padahal belum tentu dalamnya sebaik tampilan luar Tami mencurahkan semua perasaannya itu pada John Keats, penyair Inggris awal abad ke 19 yang terkenal dengan sajak Tentang Mati Btw, John Keats ini merupakan salah satu penyair favorit mbak Leila, semua bukunya selalu ada cuplikan sajak tentang kematian ini.7 IlonaTentang pernikahan Gagalnya pernikahan orangtuanya, membuat Ona dia tidak percaya pada pernikahan Rasa sepi itu selalu menyerang setiap orang yang menikah maupun yang tidak menikah Barangkali rasa sepi akan terasa lebih perih bagi mereka yang mengalami kegagalan dalam perkawinan Mereka terbiasa berbagi, lalu mereka terpaksa menjadi sendiri 8.Sepasang Mata Menatap RainSeorang anak kecil dengan rasa ingin tahu yang besar, Rain namanya, dia melihat bukti nyata dari kelaparan dan peperangan di Burundi ketika tak sengaja ikut menonton majalah yang dibaca ibunya Tak lama setelah itu, dia melihat bukti nyata di depan matanya, bukti nyata seorang pengamen yang nasibnya tidak jauh berbeda dari korban perang dan kelaparan Kritik sosial sangat kental di cerpen ini, terlebih teguran untuk para orangtua agar memberi penjelasan apa pun dan jujur dalam segala hal kepada anaknya, bahwa di luar sana banyak orang yang masih menderita FYI, anak mbak Leila S Chudori juga bernama Rain, entah terispirasi oleh anaknya atau bukan, cerpen ini sungguh bagus, terasa nyata.9 Malam TerakhirTentang ketidakadilan dan kekuasaan, dan seorang gadis melihat ketidakadilan tersebut dilakukan oleh ayahnya sendiri yang penuh kuasa di pemerintahan Ulat ulat kecil , isak si Kurus tiba tiba, akan hancur diinjak sepatu bergerigi itu Tapi, ulat kecil itu akrab berdekapan dengan tanah Dan mereka akan menyuburkan bumi ini dengan udara kebenaran Ada banyak tema yang bisa diambil dari kesembilan cerpen di atas, tentang feminisme, kebebasan, tentang komitmen, pernikahan, issue sosial dan politik, ketidakadilan, kasih sayang kepada orang tua, tentang kehilangan, kepura puraan, bahkan ada yang berbau religius Untuk gaya bahasanya, di buku ini banyak mengunakan metafora, seperti di cerpen Adila dimana dia mempunyai fantasy berteman dengan orang orang yang terkenal akan kebebasannya, cerpen Keats yang terasa aura suramnya karena adanyanya burung gagak dan John Keats yang berdialog dengan Tami, di cerpen Malam Terakhir ada seorang tahanan wanita yang alat vitalnya digerogoti oleh tikus, seperti itu Buat saya yang pemula dalam membaca buku sastra, saya harus mencernanya pelan pelan bahkan membacanya berulang ulang untuk mengerti maksud sebenarnya Memang sedikit berbeda dengan Pulang yang gaya bahasanya lebih apa adanya , tidak banyak bahasa metafora sehingga lebih mudah saya terima.Untuk tokoh favorit saya sebenarnya suka Marc, dia menginggatkan saya akan Segara Alam salah satu tokoh di Pulang , persetan dengan kegilaannya dia terlihat keren dengan goresan yang dihasilkannya Sedangkan untuk tokoh perempuan, saya suka Ilona, dia wanita yang kuat, tahu apa yang dia mau meskipun bertentangan dengan moral dan agama, yang penting dia bahagia menurut versinya.Covernya suka, hanya saja saya tidak tahu gambar di cover tahun 2009 mewakili cerpen apa, berbeda dengan dua cover pertama dan terbaru sangat jelas terlihat Minim typo dan fontnya juga sedang, tidak mengganggu ketika kita membacanya Buku ini tidak ada ilustrasi seperti di novel Pulang atau kumcer 9 dari Nadira, cukup disayangkan, walaupun kadang susah dimengerti, ilustrasi yang ada di tiap bab mewakili isi ceritanya, membuat kemasannya semakin menarik Buku ini juga mengalami seleksi dari edisi lama, dipilih beberapa cerita pendek yang mewakili penulis dan zamannya, gaya sederhana yang memiliki kompleksitas cerita Sayangnya tida disebutkan berapa jumlah cerpen di edisi pertama yang diterbitkan oleh Pustaka Utama Graffiti Setelah membaca ketiga bukunya saya tidak menemukan perubahan besar dalam gaya tulisan mbak Leila, setelah dua puluh tahun vakum menerbitkan buku, di buku terbarunya saya masih mendapati sajak kematiannya John Keats, salah satu penyair favoritnya, tokoh tokoh dalam Mahabharata, ruang ruang pribadi bagi tokoh perempuannya, tema keluarga yang selalu diangkat ke dalam ceritanya, mungkin di buku terbarunya, Pulang, saya merasa lebih cocok karena bahasanya yang lebih ringan tanpa mengindahkan tema berat di dalamnya.Buku ini saya rekomentasikan buat pecinta sastra indonesia, khususnya bagi pemula seperti saya D3 sayap untuk yang ditabrak malam. Dulu kayak pernah baca salah satu cerpennya di Kompas dan suka.Tapi membaca buku ini benar benar sama sekali bukan my cup of bajigur Selanjutnya, antara ngerant dan nyepoiler view spoiler Isinya ada 9 cerita yang beda setting dan beda tokoh, namun terasa inti dan sarinya adalah hal yang serupa walau tak sama.Aku lupa judul 2nya sori tentang cewek di Paris aku gagal paham dengan maksud ceritanya kok rasanya tiga hal itu kegiatan si gadis, kegilaan si pelukis, dan para tikus kayak ga berhubungan tentang remaja stress ga ngerti juga kenapa si cewek milih view spoiler bunuh diri Apa karena ngerasa ga dipahami Atau karena terinpirasi oleh para tokoh yang dia ajak minum minum itu hide spoiler #BOOK ⛓ Malam Terakhir ê Leila Bercerita Tentang Kejujuran, Keyakinan, Tekad, Prinsip Dan PengorbananBanyak Idiom Dan Metafor Baru Di Samping Padangan Falsafi Yang Terasa Baru Karena Pengungkapan Yang Baru Sekalipun Bermain Dalam Khayalan Lukisan Lukisannya Sangat Kasat Mata HBJassin, Pengantar Malam Terakhir Edisi Pertama Dalam Cerpen Air Suci Sita , Ditulis Di Jakarta , Leila Memulai Ceritanya Dengan Kalimat Tiba Tiba Saja Malam Menabraknya Sebuah Kalimat Padat Yang Sugestif Dan KentalDengan Thnik Bercerita Yang Menarik, Leila Berhasil Mengangkat Gugatan Mengapa Hanya Kesetiaan Wanita Yang Dipersoalkan, Bagaimana Dengan Kesucian Para Pria Sebagaimana Awal Dari Perjalanan Panjang Leila Sebagai Salah Seorang Penulis Di Masa Depan, Kumpulan Ini Penuh Janji Putu Wijaya, Tempo, Februari Sebelum mengulas buku ini, saya ingin menyampaikan bahwa pengantar yang dituliskan oleh Leila S Chudhori sebelum cerita dimulai mengubah cara pandang saya terhadap kumpulan cerpen Awalnya saya selalu skeptis terhadap kumpulan cerpen Saya selalu tidak tertarik untuk membeli buku cerpen dan apabila saya mencoba untuk membaca buku tersebut saya selalu merasa berputar putar karena cerita ceritanya berganti tokoh dan berganti alur Leila menuliskan dalam pengantarnya Cerita pendek menyediakan ruang yang sempit untuk ledakan yang dahsyat Cerita pendek sama sekali tidak memberi izin penulisnya untuk ngoceh, ngalor ngidul atau seenaknya menghabiskan huruf, kata, dan kertas untuk memamerkan kekesanan kosakata yang beragam Setelah membaca kata kata tersebut, ya, saya akhirnya setuju kalau cerita pendek memberikan tantangan tersendiri bagi penulisnya Apalagi kalau cerpen tersebut dikumpulkan menjadi sebuah buku Menurut saya, sebuah buku kumpulan cerpen baiknya mengangkat tema yang sama Seperti yang telah dilakukan oleh Leila pada Malam Terakhir ini.Buku ini berisi tentang pergulatan batin tokoh dalam masing masing cerpen melawan tuntutan tuntutan moral dalam masyarakat Seperti dalam cerita pendekKeats , sang tokoh, Tami, sedang dalam permasalahan dalam memilih pasangan Apalagi cerita pendek ini dikemas dengan cara apik dengan menunjukkan benak Tami yang seolah olah berdialog dengan John Keats dan mempertanyakan makna puisi karya Keats yang berjudul Tentang MatiOn Death PoemCerpen ini menjadi salah satu favorit saya dalam buku ini Cerpen kedua yang juga saya sukai adalahUntuk BapakLagi lagi, seperti dalam karya Leila lainnya, Nadira dan Pulang, cerpen ini menunjukkan kekhasan Leila dalam bercerita, yaitu menggunakan metafora tokoh tokoh wayang Dialog antara Moko dengan bapaknya membuat saya iri Terus terang, muncul rasa penyesalan setelah membacanya karena saya adalah seorang anak yang tidak terlalu dekat dengan almarhum bapak saya. Kecepatan saya membaca kumpulan cerpen memang tidak segesit membaca novel Saya lebih menikmati membaca satu atau dua cerita saja sekali baca untuk kemudian diendapkan dan melapangkan imajinasi Demikian halnya membaca buku kumpulan cerpen ini.Terlambat, saya mengenal nama Leila S Chudori sejak lama tetapi baru beberapa waktu lalu berkenalan dengan karyanya melalui 9 Dari Nadira Saat itu, saya langsung jatuh cinta Karyanya seolah menandaskan dahaga saya akan bacaan sastra selepas kuliah beberapa tahun lalu Karenanya, saya turut membeli buku Malam Terakhir ini yang katanya edisi baru.Gaya bercerita Leila hampir serupa dengan penulis favorit saya SGA Saya curiga, mungkin, latar belakang jurnalistik yang menyebabkan persamaan itu Cerita mereka sangat membumi, realistis yang hiperbolis, sehingga pembaca sulit membedakan nyata dan fiksi Hanya saja, tema yang diangkat Leila lebih banyak tentang masalah sosial Malam Terakhir menjadi cerpen pamungkas yang mengakhiri rangkaian cerita dalam kumcer ini, sekaligus klimaks bagi saya Jika diurutkan dari awal, perlahan saya jatuh cinta dengan Paris, Juni 1988 , lalu beralih kepada Untuk Bapak , kemudian pindah untuk Ilona dan Sepasang Mata Menatap Rain , hingga tak dapat dipungkiri saya jatuh cinta dengan Malam Terakhir.Dibandingkan buku Leila yang saya baca sebelumnya, kumcer ini lebih gelap dan depresif Namun, tetap memikat untuk dinikmati.Rasanya saya patut mencari karyanya yang lain Setelah Pulang yang membuatku kesengsem dengan gaya bercerita Leila, aku coba membaca kumpulan cerpennya dengan buku ini Sembilan cerpen masuk dalam buku cetak ulang ini cetakan pertama terbit pada 2009 Hampir kesemuanya ditulis Leila sejak tahun 80 an, hanya satu cerpen yang ditulisnya pada 1996 Cerita ceritanya begitu menggugah, bahkan indah.Selengkapnya Kekhasan Leila Chudori yg kutemukan di kisah kisah Nadira tergurat lagi di sini, lebih jelas, lebih bebas dan lebih dalam Tema tema tentang perempuan dan pilihan pilihan yg harus dibuatnya menjadikan cerpen cerpen di sini sangat padat makna.Ini beberapa favoritku Dalam Air Suci Sita ia mengangkat kisah klasik ramayana dan balik menggugat pertanyaan tentang kesetiaan wanita vs kesucian para pria Adila bercerita tentang anak dan kekangan yg berlebihan tanpa kasih sayang dan berujung tragedi pribadi Berbalikan dengan itu, Ilona justru menampilkan kebebasan dan pilihan tanggung jawabnya sebagai beban atau tidak Keleluasaan ruang pribadi yang sulit dibagi untuk siapa pun.Cerpen Keats membuatku jatuh cinta pada puisi On Death Can death be sleep, when life is but a dream, And scenes of bliss pass as a phantom by Cerpen ini mempertanyakan arti kebahagiaan, dan antara pilihan yang mudah dan jalan cinta Aku suuuka sekali cara cerita ini bertutur.Bbrp cerpen lain Malam Terakhir , Sepasang Mata Menatap Rain jelas menggali tema2 sosial politik dalam sudut pandang berbeda Menarik, tapi otakku sdg merasa bebal sekali untuk mengunyah dan menikmatinya V Membaca dan menulis cerita adalah bentuk bentuk doa bagiku Dan semua cerita ini seperti doa doa yang menemaniku. Salah satu kekuatan seorang sastrawan ada pada kemampuannya menjadi galak terhadap fenomena sekitar tanpa harus terlihat sedang marah marah Dalam cerpen cerpen di buku ini, saya merasakan dorongan yang sangat dari dalam diri penulis untuk menggugat banyak hal dalam masyarakat kita mulai dari tema perempuan hingga menjadi bukan diri sendiri demi orang banyak Membaca cerita cerita di buku ini mengingatkan saya kembali bahwa menjadi manusia itu tidak melulu hitam dan putih, ada kalanya kita abu abu atau penuh warna Menyangkal kodrat dengan selamanya menjadi putih semata demi agar yang hitam tidak kelihatan di mata orang orang hanya akan menghasilkan efek Dr JeckylI and Hyde dalam novel Robert L Stevenson Jujur pada diri sendiri, dengan mengakui bahwa kita memang tidak sempurna tetapi sedang dan selalu berusaha untuk menjadi semakin baik dari hari ke hari ini akan lebih baik bagi jiwa. 47 2013karena hidup adalah pilihan terserah kau mau menjalaninya dan berdamai dengan dirimu, atau kau memilih tidak dan merasakan mati rasa semua berada di tanganmu sepenuhnya.